Senin, 06 Juli 2009

OSS dan Monster Gentong

Suatu hari ada seekor monster bangun dari tidurnya yg panjang

Monster:huaaaah aku butuh seseorang untuk membersihkan kotoranku hahahaha

akhirnya sang monster menculik seorang wanita untuk dijadikan babu
Presiden pun menelpon OSS

Presiden: OSS,disini ada kasus penculikan oleh monster gentong yang baru bangun dari tidurnya

OSS#001: Oke akan saya kirimkan 1 unit pasukan OSS


setelah itu OSS#001-007 pun segera ke tempat kejadian

OSS#001: ayo kita mulai gunakan kekuatan sumpah kita

OSS(SEMUANYA): "Kami sumpahin yg nyulik orang,badannya kayak gentong"

Monster: AAAARRGHHH badan saya

Monster:tapi emang dari dulu saya gentong ya? dasar anak bodoh

OSS#001: Saya tampaknya salah analisa , saya kira badannya itu bakso,ternyata gentong

OSS#002:ayo kita gunakan sumpah kedua

OSS(SEMUANYA): Gw sumpahin.....

pas mau menyumpah sang monster menyerang

akhirnya BIBIR OSS#002 bengkak

OSS#002:tampaknya bibir saya bengkak ,saya kesulitan menyumpah

OSS#003:Mampus,saya bangga

OSS#004: Rambut saya jadi duren

Akhirnya mereka pun pake jurus OSS Megazord

OSS(SEMUA):"pinjamkanlah kekuatan dewa razi kepada kami, kami bersumpah jika saya tidak mempergunakan kekuatan pinjaman dengan baik atau menyerang sesama teman atau digunakan untuk kepentingan 1 orang,saya akan korbankan Fachrizal Arsya Saleh untuk dijadikan babu di neraka sebagai jaminan"

Monster: APA? itu kekuatan DEWA

OSS #1 : aaaa kurang ajar kalian semua. gua sumpahin yg ngorbanin gua...(udah masuk neraka duluan)

OSS#006: saya bahagia

OSS#002 : HAHAHAHAHA mampus

Tiba2 sang monster menyumpah balik.....

Monster: gw sumpahin,yg nyerang gw dicium megan fox"

akhirnya semuanya kabur,kecuali OSS#002

OSS#002 Gugur dicium megan fox

Tapi kekuatan GAVIRAZI LASER BEAM belom ditembakan

akhirnya OSS#003 Menembak pantatnya

OSS#003: GAVIRAZI LASER BEAM! (DUARRRR)

Sang monster tumbang dan ke dokter karna ambeyen

Monster: AHHHH PANTATKU

OSS#003: Alah kau cupaw

OSS#004: Dia memang cupaw ren


To Be Continued

0 komentar:

Poskan Komentar